tvOne Newsticker
Kamis, 29 Juli 2010

Kabar Internasional

Ribuan Orang Pawai di Spanyol Kutuk Pembunuhan

Minggu, 21 Juni 2009 09:04 WIB

Bilbao, Spanyol, (tvOne)

Politisi Spanyol dan keluarga yang berduka memimpin puluhan ribu orang dalam pawai, Sabtu, untuk mengutuk pembunuhan pemimpin satuan anti-teror dalam satu serangan oleh tersangka separatis Basque.

Eduardo Pulles Garcia, inspektur yang berusia 49 tahun, tewas Jumat, setelah mobilnya meledak di tempat parkir di kota Arrigorriaga, Basque, di dekat kota Bilbao. Seorang saksi mata yang dikutip media setempat mengatakan perwira yang terperangkap tersebut meminta bantuan saat api melahap tubuhnya.

Garcia, "yang dibunuh karena membela kebebasan Basque, adalah salah satu dari kita", kata kepala pemerintah regional Basque, dalam pidato pada akhir pawai melewati Bilbao. "Kita telah turun ke jalan ... untuk menghadapi ETA dan mengatakan kita siap mengalahkan terorisme ... Kita takkan pernah menyerah terhadap pemerasan mereka," kata kepala pemerintah tersebut, yang disambut tepuk tangan massa.

Dalam pidato penuh emosi, janda perwira itu --Francisca Hernandez, memperingatkan ETA bahwa pembunuhan tersebut takkan memajukan tujuannya. "Semua yang telah mereka capai ialah untuk menciptakan janda dan anak yatim, mereka takkan mencapai lebih dari itu, karena syukurlah, ada banyak orang seperti suami saya," katanya.

Di belakang mereka ada Lopez dan pemimpin lain politik Basque, Wakil Perdana Menteri Spanyol Maria Teresa Fernandez de la Vega dan Menteri Dalam Negeri Alfredo Perez Rubalcaba. Yang juga ikut dalam pawai tersebut adalah Duta Besar Prancis Bruno Delaye. Mengheningkan cipta juga dilakukan di beberapa kota besar dan kecil di Spanyol, Sabtu pagi.

Sebelumnya, Lopez, de la Vega, Rubalcaba dan Putra Mahkota Felipe serta istinya, Putri Letizia, menghadapi pemakaman perwira itu. Peti mati, yang sebagian dilapisi bendera Spanyol, dibawa di tengah sambutan oleh keluarga pasukan keamanan regional Basque dan Spanyol dari stasiun kepolisiannya, tempat upacara diselenggarakan, menunju gereja San Jose, Bilbao, untuk dimakamkan. Janda perwira tersebut, dua anak mereka dan kerabat lain berjalan di belakang mereka bersama ratusan orang yang berjajar di jalan di sebelah kapel yang penuh sesak.

Menurut laporan media, perwira itu telah ikut dalam beberapa operasi yang mengakibatkan penangkapan 70 anggota ETA atau rekan mereka. Lopez menuding ETA dalam pernyatakan di parlemen Basque di Victoria, Jumat, saat anggota parlemen mengheningkan cipta.

ETA, yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Uni Eropa (UE) dan Amerika Serika, dituduh bertanggung jawab atas kematian 825 orang dalam aksi 40 tahunnya guna mendirikan negara Basque di Spanyol utara dan Prancis barat-daya.

Pada pertengahan 2007, ETA menghentikan gencatan senjata 15 bulan, menyusul kebuntutan dalam pembicaraan perdamaian sementara dengan Madrid. Sejak itu, pemerintah Sosialis pimpinan Perdana Menteri Jose Luis Rodriguez Zapatero telah mengambil sikap keras terhadap organisasi tersebut, sementara serangkaian operasi oleh polisi Prancis dan Spanyol telah membuat lemah pimpinan ETA. (Ant)

 

ed


Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar