Kabar Internasional
Polisi Iran Bentrok dengan Pendukung Mousavi
Minggu, 21 Juni 2009 09:31 WIB
Teheran, (tvOne)
Ribuan orang Iran bentrok dengan polisi Sabtu, saat mereka membangkang terhadap ultimatum dari pemimpin spiritual Ayatollah Ali Khamenei agar mengakhiri protes mengenai pemilihan presiden yang menjadi sengketa pekan sebelumnya.
Satu orang cedera ketika penembakan terjadi, kata seorang saksi mata setelah pawai yang, seperti protes lain oposisi selama satu pekan belakangan, tak dapat diliput oleh media asing.
Sementara itu seorang pembom bunuh diri menyerang satu monumen penting rejim Iran --mausoleum pemimpin revolusi Ayatollah Ruhollah Khomeini-- sehingga menewaskan dirinya sendiri dan melukai tiga orang lagi, dua di antara mereka orang asing, demikian laporan media setempat.
Demonstrator menghadapi gas air mata dan semprotan air untuk berkumpul di Lapangan Enghelab di jantung ibukota Iran, Teheran, kata beberapa saksi mata. "`Robocop` memukuli kami dengan keras," kata seorang pemrotes. "Pria dan wanita dipukuli ... Seluruh tubuh saya memar ... Mereka menyita kamera saya," katanya.
Seorang saksi mata lain berkata, "Banyak pengawal yang mengendarai sepeda motor mengepung kami dan memukuli kami secara brutal. Sewaktu kami berlari Basiji sudah menunggu di pinggir gang sambil memegang tongkat, tapi orang-orang membuka pintu rumah mereka buat kami yang terperangkap di gang."
Tidak seperti hari Jumat, ketika Khamenei menyampaikan pidato yang disiarkan secara nasional guna mendukung presiden saat ini, yang terpilih kembali, Mahmoud Ahmadinejad, media asing dilarang meliput protes oposisi.
Anggota milisi Islam Basiji, yang telah berada di garis depan upaya pemerintah untuk menghadapi satu pekan protes terhadap hasil resmi pemilihan umum, yang memberi Ahmadinejad masa jabatan baru empat tahun lagi, kembali berlaga.
Salah satu penyelenggara pertemuan umum, Majelis Ulama Pejuang, telah mengumumkan kelompok tersebut menarik diri setelah pemerintah tak memberi wewenang tapi pendukung penantang Ahmadinejad, yang kalah, tetap melancarkan protes.
Pada Jumat, pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei menuntut diakhirinya protes, dan memperingatkan politisi oposisi akan dianggap bertanggung jawab atas setiap pertumpahan darah selain tujuh korban jiwa yang sudah dilaporkan media resmi.
Pemimpin Dewan Keamanan Iran, Abbas Mohtaj, mengirim peringatan khusus kepada penantang utama Ahmadinejad, mantan perdana menteri Mir Hossein Mousavi. "Kewajiban nasional anda memberitahu anda agar menahan diri dari menyulut pertemuan tidak sah," tulis Mohtaj di dalam surat yang disiarkan kepada umum pada Sabtu. "Kalau saja anda memancing dan menyerukan semua pawai tidak sah ini, anda akan bertanggung jawab atas konsekuensi yang bakal muncul," katanya.
Namun Mousavi membalas, dengan menuduh pemerintah merusak sistem politik yang ditegakkan oleh Revolusi Islam 1979, melalui "kecurangan" dalam pemilihan umum. "Jika volume sangat besar penipuan ini dan perubahan suara ... yang telah merusak kepercayaan rakyat diajukan sebagai bukti nyata mengenai kurangnya penipuan, maka itu akan memenggal aspek republik sistem itu," kata Mousavi. (Ant)
