tvOne Newsticker
Minggu, 14 Maret 2010

Kabar Internasional

Ribuan Orang Banjiri Festival Idulfitri Sydney

Minggu, 11 Oktober 2009 17:45 WIB

Sydney, (tvOne)

Belasan ribu warga Muslim Australia, Minggu, membanjiri arena pameran kota Fairfield di pinggiran Sydney untuk menghadiri Festival dan Pameran Idul Fitri (MEFF) ke-25 yang diisi dengan aneka barang dagangan, pertunjukan seni budaya, bazar makanan, dan permainan anak-anak.

Suasana riuh anak-anak yang berteriak guna mengurangi rasa takut mereka saat ontang-anting yang mereka naiki berputar kencang maupun "kereta hantu" mereka meluncur di rel dalam rumah gelap mengisi areal festival. Anak-anak Muslim dengan beragam wajah itu datang bersama para orang tua mereka sejak Minggu pagi.

Nazmul Hossain, pemuda Muslim asal Bangladesh, adalah satu dari ribuan orang tua yang datang ke lokasi MEFF yang mampu menangpung hingga 22 ribu orang pengunjung itu bersama istri dan dua orang putrinya.

"Ini adalah hari besar bagi banyak keluarga Muslim di Sydney. Saya sendiri rutin datang ke Festival Eid ini sejak enam tahun terakhir. Kami menikmati hari ini sebagai hari keluarga dan persaudaraan," kata ayah dua anak yang telah menetap di Australia sejak 1990 ini kepada ANTARA.

Seperti Nazmul Hossain, banyak keluarga Muslim lainnya memanfaatkan momen festival ini untuk tamasya keluarga besar dengan acara makan bersama di ratusan kursi dan meja yang tersedia.

Festival dan Pameran Idul Fitri yang menghadirkan 83 gerai dagangan aneka produk mulai dari jilbab, baju kurung, dan kaligrafi hingga buku-buku dan VCD-VCD Islam, serta 33 gerai makanan, minuman dan es krim halal itu juga dihadiri banyak warga non-Muslim di Australia.

Di antara mereka adalah Sasa Gason, perempuan Taiwan yang bersuamikan pria Selandia Baru, dan Dr.Patrick J.McInerney, pendeta asal Australia Selatan yang pernah lama tinggal di Pakistan.

Sasa Gason, misalnya, mengaku senang berada di tengah "lautan pengunjung" festival ini karena dia merasa diterima baik oleh kalangan Muslim." Saya merasa senang karena semua orang di sini `sangat baik`. Banyak pilihan yang ditawarkan di sini tapi saya mau mencoba makanan khas Muslim," katanya.

Dari 33 tenda kuliner yang ada di kawasan arena festival yang dilengkapi atap dan tempat salat itu, para pengunjung seperti Nazmul Hossain dan Sasa Gason dapat leluasa memilih menu makanan dan minuman yang mereka sukai dengan harga bervariasi mulai dari dua dolar hingga 7,50 dolar Australia.

Gempa Sumbar

Namun menu yang paling dominan ditawarkan adalah makanan khas komunitas Muslim India, Pakistan, Afghanistan dan Turki seperti ayah Tandoori, Hyderabad Biryani, Karachi Haleem, dan Kebab.

Selain aneka jenis makanan halal, para pengunjung festival yang pada awal penyelenggaraannya tahun 1985 merupakan acara kecil komunitas Muslim di Sekolah Umum Bonnyrigg ini juga dihibur dengan penampilan grup nasyid, band, dan berbagai tarian lintasbudaya, termasuk tari Bali dan tari Bosnia.

Festival yang dilengkapi dengan belasan jenis permainan dan hiburan untuk anak-anak itu juga dimanfaatkan sejumlah organisasi dan perusahaan untuk mempromosikan berbagai kegiatan sosial dan bisnis mereka.

Di antara mereka itu adalah "Muslim Aid Australia" (MAA) dan "Human Appeal International Australia". Para penjaga gerai dari kedua organisasi sosial Islam ini tampak antusias memperkenalkan berbagai program aksi mereka, termasuk program bantuan bagi para korban gempa di Sumatera Barat (Sumbar), kepada pengunjung.

"Kita memberi perhatian besar pada bencana alam yang terjadi di Indonesia, termasuk gempa Sumbar. Sejak 2005, kita sudah punya kantor di Aceh, Yogyakarta, Jakarta, dan Padang," kata Habsah Marjuni, perempuan Malaysia yang bekerja untuk MAA, saat ditemui di depan gerai MAA.

Seorang pemuda Arab juga memanfaatkan momen ini untuk menyebarkan brosur permohonan bantuan dana pembelian tanah bagi pembangunan Masjid "Quarkers Hill" di Jalan Douglas 37, Quakers Hill.

Perayaan Festival dan Pameran Idul Fitri yang sudah berlangsung selama 25 tahun ini disebut Walikota Fairfield, Nick Lalich, sebagai "contoh paling sempurna dari bagaimana harmoni budaya, inklusifitas, toleransi, dan saling menghormati terwujud" di Australia.

Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2006, ada 340 ribu orang penganut Islam di Australia. Sebanyak 38 persen di antaranya lahir dan besar di negara benua yang kini berpenduduk lebih dari 22 juta jiwa itu.

mr
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar