tvOne Newsticker
Sabtu, 13 Maret 2010

Kabar Internasional

PBNU Diminta Lebih Peka Terhadap Isu Global

Selasa, 27 Oktober 2009 03:35 WIB

Bogor, (tvOne)

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), diminta agar lebih peka terhadap berbagai isu kemanusiaan global, utamanya menyangkut isu dan kepentingan strategis dunia Islam.

M Zainal Aziz dari Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Lebanon, Senin (26/10) mengatakan, selama ini kepekaan NU terhadap isu dunia Islam terbilang masih lemah. "Keberpihakan terhadap masalah kemanusiaan tidak mesti harus dilakukan dengan mengangkat senjata atau demo berteriak di jalanan. Namun dapat melalui aksi yang bernuansa sosial dan menyentuh akar persoalan kemanusiaan, seperti kemiskinan dan pendidikan," papar M Zainal Aziz.

Aziz menyontohkan, dalam kasus konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina, terdapat jutaan jiwa yang nasibnya terkatung-katung dan mengungsi di beberapa negara di Timur Tengah. "Mereka perlu disentuh oleh dunia Islam, agar tidak menjadi sasaran gerakan al-Qaidah dan berbagai organisasi garis keras lain," katanya seperti dilansir Antara.

Dia berharap ke depan, PBNU dapat meningkatkan perhatian dan kepekaannya terhadap isu kemanusiaan dunia Islam. Lemahnya perhatian PBNU terhadap isu kemanusiaan global, `menggelitik` para penggiat PCI. Sebagian PCI menyuarakan agar muktamar ke-32 NU di Makassar membentuk sebuah lembaga atau memberikan otoritas kepada salah seorang ketua yang bertugas menangani isu Luar Negeri (LN).

Dr Miftaurrahim Syarkun dari PCI NU Malaysia mengatakan, pada level negara, Indonesia mempunyai Menlu. Dalam konteks NU diharapkan ada seorang yang berperan menjadi duta NU untuk urusan internasional.

Dengan begitu, lanjut dia, perhatian PBNU terhadap berbagai isu besar global dapat ditingkatkan. Sehingga percaturan NU akan semakin diakui masyarakat internasional. "NU merupakan ormas Islam terbesar di dunia. Maka dari itu, NU harus berada di garda terdepan dalam menyikapi berbagai isu global baik yang berkaitan dengan Islam maupun kemanusiaan universal," tutur salah seorang tokoh penggagas lahirnya NU `International Network` tersebut.

Selain itu, lanjut dia, bila telah ada yang ditugasi secara khusus sebagai duta NU dalam urusan global. Sehingga orang yang melakukan safari ke berbagai negara dalam mengampanyekan misi Islam `rahmatan lil`alamien` NU tidak melulu Ketua Umum PBNU, seperti yang selama ini terjadi.

 

ai
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar