tvOne Newsticker
Selasa, 16 Maret 2010

Kabar Internasional

Arab Saudi Akan Terus Gempur Pemberontak Yaman

Jumat, 6 November 2009 21:48 WIB

Riyadh, (tvOne)

Arab Saudi menegaskan serangan mereka terhadap pemberontak Yaman akan dilanjutkan sampai kehadiran kelompok itu di wilayahnya berakhir setelah pria-pria bersenjata memasuki kerajaan itu dan menyerang penjaga perbatasan.

Seorang penasehat pemerintah Arab Saudi, Kamis mengatakan bahwa Riyadh melancarkan serangan-serangan udara terhadap pemberontak di Yaman utara setelah kelompok Syiah itu melakukan serangan lintas perbatasan pekan ini.

Tetapi kantor berita Arab Saudi, SPA, Jumat memberitakan serangan-serangan itu "dipusatkan pada para penyusup di Jabal Dukhan dan sasaran-saran lainnya dalam jangkauan operasi di wilayah Arab Saudi".

Arab saudi, pengekspor minyak penting dunia, semakin cemas atas kestabilan di Yaman, yang menghadapi pemberontakan kelompok Syiah di utara, sentimen separatis di selatan dan ancaman yang meningkat dari para pejuang Al Qaida

"Masuknya pria-pria bersenjata ke wilayah Arab Saudi, serangan terhadap patroli-patroli perbatasan ... dan kehadiran mereka di bumi Arab Saudi adalah melanggar kedaulatan yang memberikan hak bagi kerajaan itu untuk melakukan segala tindakan untuk mengakhiri kehadiran yang tidak sah ini," kata SPA mengutip pernyataan satu sumber pejabat.

"Operasi-operasi akan terus dilakukan sampai semua daerah dalam wilayah Arab Saudi bersih dari unsur-unsur musuh."

Riyadh akan melakukan tindakan untuk mencegah pemberontak Yaman melakukan penyusupan di masa depan, kata sumber itu dan menambahkan satuan-satuan angkatan bersenjata telah dikirim untuk mendukung penjaga perbatasan.

Pada hari Kamis, para pejabat pemerintah Arab Saudi mengatakan angkatan udara membom pemberontak Yaman di wilayah kerajaan itu, yang menurut mereka telah direbut kembali. Para pejabat mengatakan paling tidak 40 gerilyawan tewas dalam pertempuran itu.

Pemerintah Yaman-- yang menolak tuduhan-tuduhan pemberontak bahwa negara itu bekerjasama dengan Riyadh untuk menggempur mereka--membantah pesawat-pesawat Arab Saudi memasuki perbatasan.

Stasiun televisi Al Jazeera yang mengutip seorang juru bicara pemberontak mengatakan angkatan udara Arab Saudi melakukan serangan enam lokasi di Yaman.

Arab Saudi, Rabu mengatakan seorang perwira keamanan tewas dan 11 orang lainnya cedera dalam serangan pria-pria bersenjata yang memasuki perbatasannya dari Yaman-- penyerangan pertama seperti itu sejak pemberontakan Houthi meletus kembali Agustus lalu.

Pemberontak itu, yang dikenal sebagai Houthi, sebelumnya menuduh Arab Saudi mendukung angkatan bersenjata Yaman dalam konflik itu. Sanaa membantah tuduhan ini. Perbatasan sepanjang 1.500km dengan Yaman dibangun dengan pagar berteknologi tinggi untuk mencegah penyusupan.

Negara-negara Arab sekutu Amerika Serikat seperti Arab Saudi yang penduduknya mayoritas penganut Sunni dan Mesir khawatir akan kekuasaan Iran dapat memperoleh pengaruh di Yaman melalui pemberontak Houthi. Pihak pemberontak membantah memperoleh bantuan dari Teheran, yang menawarkan dirinya untuk menengahi konflik itu.

Tentara Yaman melancarkan Operasi Bumi Hangus Agustus lalu untuk menumpas pemberontakan itu. Kelompok-kelompok kemanusiaan mengatakan sekitar 150.000 orang mengungsi akibat pertempuran, yang meletus pertama kali tahun 2004.

mr
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar