tvOne Newsticker
Rabu, 17 Maret 2010

Kabar Internasional

Indonesia Usulkan Jalan Tengah Hasil Kopenhagen

Sabtu, 7 November 2009 08:23 WIB

Barcelona, (tvOne)

Pertemuan Perubahan Iklim di Barcelona, Spanyol, ditutup tanpa kemajuan berarti. Semua pihak masih belum mau mundur dari posisi masing-masing yang diperkirakan akan membuat kesepakatan Kopenhagen semakin sulit.

Pertemuan juga ditandai dengan boikot Kelompok Afrika yang didukung oleh mayoritas negara berkembang termasuk Indonesia untuk menghentikan pembahasan dalam kerangka amandemen Protokol Kyoto hingga negara maju mau melakukan negosiasi ulang komitmen mereka paska 2012.

Berdasarkan siaran pers yang diterima tvOne dari Delegasi RI dalam Barcelona Climate Change Talks 2009, harapan tinggi dari Barcelona tampak tidak tercermin dari hasil akhir perundingan. Sekalipun telah terdapat kesepakatan pengurangan jumlah teks negosiasi, namun tidak tercapai persetujuan pada isu-isu krusial seperti penetapan target global jangka panjang dan aspek keuangan.

Yang lebih mendasar adalah tidak disepakatinya bentuk akhir hasil Kopenhagen. Beberapa negara menginginkan adanya perjanjian baru sementara negara lain menginginkan bentuk hukum yang tidak mengikat. Ketua Sidang secara tegas menyatakan bahwa tidaklah realistis untuk berharap bahwa Kopenhagen akan menghasilkan suatu perjanjian baru.

Mempertimbangkan perkembangan tersebut, Delegasi RI mengadakan serangkaian pendekatan bilateral dengan beberapa negara kunci guna mencari jalan tengah. Hasilnya adalah gagasan RI agar Kopenhagen menyepakati ‘kesepakatan payung’ berisi tujuan global jangka panjang, proses hingga disepakatinya perjanjian internasional baru sebelum bulan Juni 2010.

“Usulan ini ditujukan untuk menjembatani beragam pandangan dan akan didiskusikan secara lebih mendalam di Kopenhagen. Yang pasti, usulan RI ini menekankan bahwa ‘kesepakatan payung’ ini harus disepakati dalam satu paket dengan kesepakatan pengurangan emisi gas rumah kaca negara-negara maju dalam konteks Protokol Kyoto,” ujar Eddy Pratomo, Penasihat Senior Delegasi RI yang juga Dubes RI untuk Jerman. Terdapat pula beberapa usulan negara lainnya yang akan juga dibahas.

Sementara itu, Delegasi RI juga terus mengupayakan diterimanya secara adil elemen kehutanan dalam kerangka pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi kehutanan (REDD) dan elemen kelautan dalam konteks adaptasi sebagai bagian integral dari hasil Kopenhagen. Kemajuan perundingan di Barcelona untuk kedua isu ini cukup positif, sebagaimana tercermin dalam teks akhir perundingan.

Delegasi RI akan terus mendorong agar pendanaan adaptasi juga mencakup konservasi dan rehabilitasi atas fungsi ekosistem laut yang terkena dampak perubahan iklim. Ketua Delegasi RI, Rachmat Witoelar, memanfaatkan kesempatan di Barcelona ini untuk bertemu dengan negara-negara kunci untuk memuluskan jalan ke Kopenhagen.

“Sekalipun perjalanan ke Kopenhagen masih cukup panjang, Indonesia akan terus berkontribusi bagi pencapaian kesepakatan akhir. Selain melalui proses UNFCCC, RI juga akan memanfaatkan berbagai forum internasional lainnya untuk mendorong kesepakatan dimaksud sebagai akhir dari pelaksanaan mandat Rencana Aksi Bali.” tutur Agus Purnomo, Ketua Pengganti Delegasi RI.

 

ta
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar