tvOne Newsticker
Sabtu, 20 Maret 2010

Kabar Internasional

Thailand Siapkan Surat Ekstradisi Thaksin

Senin, 9 November 2009 20:40 WIB

Bangkok, (tvOne)

Thailand telah mempersiapkan surat-surat ekstradisi bagi Thaksin Shinawatra menjelang kunjungan mantan perdana menteri yang kini buron itu ke Kamboja pekan ini, kata seorang jaksa pemerintah, Senin.

Thaksin yang digulingkan dalam kudeta tahun 2006 dan kini tinggal di luar negeri untuk menghindari hukuman penjara dua tahun karena korupsi, menimbulkan pertikaian antara Bangkok dan Phnom Penh pekan lalu karena menerima jabatan sebagai penasehat ekonomi untuk pemerintah Kamboja.

Konglomerat telekomunikasi itu menurut rencana akan menyampaikan pidato kepada para ahli ekonomi Kamboja di kementerian keuangan, Kamis, yang memicu desakan dari Thailand kepada Kamboja agar mengekstradisi dia.

"Kami telah menyiapkan surat-surat ekstradisi tetapi dokumen-dokumen kami harus disetujui jaksa agung setelah kami menerima permintaan kementerian luar negeri atau polisi,"kata Sirasak Tiypan dari kantor Kejaksaan Agung kepada AFP. "Surat-surat itu sama dengan yang kami kirim ke Fiji, Nikaragua dan Uni Emirat Arab."

Thaksin dihukum dua tahun penjara tanpa kehadirannya di pengadilan tahun 2008 karena menyalahgunakan kekuasaan, satu keputusan yang menurut dia dan sahabat dekatnya, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen sebagai bermotip politik.

Pemerintah Thailand pekan lalu mengatakan pihaknya akan berusaha agar Thaksin segera diekstradisi saat ini menginjak kaki di Kamboja.

Tetapi Kamboja mengatakan pihaknya akan menolak setiap permintaan untuk mengekstradisi Thaksin.

Thailand mengatakan penolakan itu melanggar perjanjian-perjanjian internasional dan akan menyebabkan tindakan-tindakan diplomatik lebih jauh.

Pertikaian menyangkut Thaksin sudah memicu Thailand dan Kamboja memanggil duta-duta besar mereka masing pulang ke ibukota-ibukota mereka. Pemerintah Thailand juga mengancam akan menutup perbatasan kedua negara.

Kedua negara telah terlibat serangkaian baku tembak yang menelan korban jiwa di tanah sengketa sekitar kuil Kamboja yang dibangun abad ke-11 di perbatasan itu sejak lokasi itu diberikan status Warisan Dunia PBB Juli 2008.

Pertikaian itu dapat memalukan Thailand sementara negara itu bersiap-siap untuk memimpin satu pertemuan di Singapura antara Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan para pemimpin ASEAN, Minggu.

Thaksin yang dua kali menjadi perdana menteri tetap merupakan ancaman besar bagi pemerintah Thailand, dengan protes-protes massa yang terkoordinasi sejak memangku jabatan Desember 2008.

Sementara itu, dalam satu wawancara dengan surat kabar Inggris The Times yang disiarkan, Senin, Thaksin mendesak reformasi institusi-institusi di lingkungan monarki Thailand.

Ia mengatakan Raja Bhumibol Adulyadej, 81 tahun, raja yang paling lama naik tahta, berada diatas kepentingan politik tetapi "kalangan" sekitar istana ikut campur tangan dalam mengurus negara.

"Itu adalah masalah di Thailand. Monarki bukan masalah. Monarki adalah baik untuk Thailand. Thailand perlu memiliki monarki tetapi itu jangan disalah gunakan atau dipermainkan oleh kalangan istana," katanya.

Para pendukung Thaksin mentargetkan rumah penasehat utama raja, mantan jenderal Prem Tinsulanonda, dalam protes-protes tahun ini dan menuduh Prem merekayasa kudeta itu.

Tiga orang ditahan baru-baru ini karena menyebarkan rumor-rumor tentang kesehatan raja itu, yang dirawat di rumah sakit selama hampir dua bulan akibat infeksi paru-paru dan demam.(ANT)

mr
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar