tvOne Newsticker
Jumat, 19 Maret 2010

Kabar Internasional

Jelang Obama ke Soul, Korut Lancarkan Serangan Ringan

Selasa, 17 November 2009 14:29 WIB

Seoul, (tvOne)

Korea Utara menyeru hubungan baik dengan Korea Selatan, hanya beberapa hari setelah mengancam melakukan pembalasan atas bentrokan angkatan laut di perbatasan laut mereka yang sengketa di Laut Kuning, Selasa (17/11).

Komentar-komentar ringan di surat kabar Rodong Sinmun, media partai komunis yang berkuasa, ini terjadi hanya sehari sebelum Presiden Amerika Serikat Barack Obama memulai kunjungan ke Korea Selatan, yang diperkirakan akan memfokuskan masalah Korea Utara dalam pembicaraannya dengan pemimpin Seoul.

Rodong dan surat-surat kabar resmi lainnya pekan lalu berikrar, bahwa Korea Selatan akan membalas baku-tembak 10 November, yang menyebabkan sebuah kapal patroli Korea Utara terbakar. Korea Selatan mengatakan, kapal Korea Utara itu menyeberangi perbatasannya, meskipun telah berulangkali diperingatkan, dan kemudian membalas menembak.

Korea Utara mengatakan, angkatan laut Korea Selatan telah merencanakan aksi provokasi. "Itu sama sekali tergantung pada sikap penguasa Korea Selatan, apakah ya atau tidak hubungan antar Korea akan terus memburuk," kata Rodong Sinmun Selasa (17/11), seperti dikutip oleh kantor berita resmi KCNA.

Surat kabar itu mengatakan, hubungan kedua negara akan berlangsung tidak normal dalam situasi di mana salah satu pihak tidak percaya terhadap mitra dialognya, konfrontasi meningkat dan bahkan menimbulkan provokasi militer"

Surat kabar itu menambahkan bahwa "Tidak ada cara lain kecuali perang akan pecah jika kedua pihak dalam situasi saling bermusuhan dan meningkatkan ketegangan militer."

Bentrokan angkatan laut, yang pertama kali terjadi sejak tujuh tahun terakhir, terjadi setelah Pyongyang belakangan memperlihatkan sikap berdamai baik kepada Seoul maupun Washington. Beberapa analis mencurigai Korea Utara ingin memperkuat posisi tawarnya dalam perundingan mendatang dengan AS, dengan meningkatkan ketegangan di semenanjung.

Utusan khusus AS untuk Korea Utara, Stephen Bosworth akan berkunjung ke Pyongyang pada akhir tahun ini untuk upaya mengajak kembali Pyongyang ke perundingan perlucutan senjata nuklir enam negara. China dan AS ingin perundingan enam negara dilanjutkan secepat mungkin, kata Obama Selasa (17/11), setelah dia bertemu dengan Presiden China Hu Jintao di Beijing.

Menteri Luar Negeri Korea Selatan Yu Myung-Hwan mengatakan di Seoul, bahwa dia berharap kunjungan Bosworth segera akan menghidupkan kembali perundingan enam negara. Korea Utara keluar dari forum itu April lalu, dan melakukan uji coba senjata atomnya yang kedua pada bulan berikutnya, yang memicu dikeluarkannya sanksi keras Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

AS mengatakan Bosworth hanya bertujuan akan membawa Korea Utara ke meja perundingan enam negara, yang anggotanya mencakup China, Jepang, Rusia dan Korea Selatan. Yu mengatakan, Korea Utara mungkin punya berbagai alasan untuk mengupayakan perundingan bilateral, dan salah satu di antara mereka adalah 'mungkin mengganggu persatuan di antara lima negara` yang mendukung sanksi PBB.

Korea Utara mengatakan, pihaknya bersedia kembali ke perundingan enam negara, namun hanya jika berhasil dalam perundingan bilateral. Yu mengatakan, dia perkirakan kunjungan Bosworth akan dilakukan antara Hari Pernyataan Terima Kasih 26 November dan Hari Natal mendatang.

(Ant)

hm
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar