Kabar Internasional
Keamanan Afghanistan Diperketat Saat Pelantikan Karzai
Kamis, 19 November 2009 12:09 WIB
Kabul, (tvOne)
Pemerintah Afghanistan dan pasukan internasional menjaga ketat ibukota Kabul terhadap serangan-serangan Taliban yang diperkirakan dilakukan bersamaan dengan pelantikan Presiden Hamid Karzai Kamis.
Bandara kota, yang dikuasai oleh Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) NATO akan menutup bandara itu sehari, kata seorang petugas ISAF kepada AFP. "Tidak akan ada lalu lintas udara baik berangkat atau tiba, kecuali penerbangan jemaah haji malam hari" yang akan membawa para jamaah ke Mekkah, kata pejabat itu, yang bicara dengan syarat tak disebut namanya.
Tentara internasional akan siap siaga untuk membantu pasukan keamanan Afghanistan jika terjadi serangan, ujarnya.
Perusahaan-perusahaan keamanan merekomendasikan perintah kepada kliennya, agar semua staf internasional tetap berada di tempat tertutup, di rumah, di tengah luasnya perkiraan adanya serangan bom bunuh diri dan serangan roket.
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) juga diperkirakan akan memerintahkan staf internasionalnya agar tetap berada di dalam gedung, sementara itu jalan-jalan besar di sekitar Kabul akan ditutup bagi lalu-lintas.
Staf asing pada beberapa badan PBB mengatakan, mereka dalam keadaan "dikunci", tak diizinkan ke luar kantor untuk memenuhi janji mereka, selama tiga hari sekitar pelantikan presiden berlangsung. "Saya bertaruh sedikitnya tiga atau empat roket akan ditembakkan ke istana pada sekitar pukul 06:30 Kamis pagi," kata seorang pejabat senior negara Barat, yang juga menolak disebut namanya.
Dia mengatakan, permintaan kantor presiden untuk menambah keamanan bagi organisasi-organisasi non-pemerintah(NGO) di Kabul telah diabaikan dan `akibatnya NGO merasa mudah diserang. "Karzai tak melakukan apapun untuk menjamin para pekerja internasional, bahwa dia meningkatkan keamanan," katanya.
Karzai akan dilantik sebagai presiden untuk lima tahun lagi pada satu upacara yang disebut-sebut sangat megah, dengan penjagaan keamanan yang ketat di istana presiden, di pusat ibukota.
Para menteri luar negeri negara-negara Barat dan regional diperkirakan akan hadir, bersama dengan ratusan wakil rakyat Afghanistan, dan juga koresponden asing dan lokal.
Direktorat Keamanan Nasional Afghanistan mengumumkan bahwa `semua tindakan keamanan yang diperlukan telah dilakukan` untuk mengamankan jalannya upacara pelantikan.
Pelantikan Karzai dipandang kontroversial karena pemilihan presiden (pilpres) putaran pertama pada 20 Agustus dicemari kecurangan suara besar yang cenderung menguntungkan Karzai. Namun penantang utamanya, mantan menlu Abdullah Abdullah mengundurkan diri dari maju ke putaran kedua.
Bagi banyak rakyat Afghanistan, terpilihnya kembali Karzai sebagai presiden lima tahun berikutnya kurang sah, pemerintahnya juga kurang berwenang, karena cara dia mencapai kemenangan kurang bisa dipercaya.
Sementara itu Taliban menganggap dia sebagai boneka Amerika Serikat dan NATO, yang menempatkan lebih dari 100.000 tentaranya di Afghanistan, dengan dalih menumpas pemberontakan. (Ant)
