Kabar Internasional
Pemilu Palestina Ditunda
Jumat, 20 November 2009 21:35 WIB
Ramallah, (tvONe)
Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan pemilihan presiden dan anggota parlemen Palestina yang menurut rencana diselenggarakan Januari akan ditunda dan menegaskan ia menerima saran untuk tidak melakukan pemungutan suara itu.
Abbas, mengemukakan kepada radio Inggris BBC dalam siaran berbahasa Arab mengatakan para pemimpin Palestina akan melakukan tindakan-tindakan untuk menghindari kevakuman konstitusional apabila masa jabatan parlemen sekarang dan masa jabatannya berakhir 25 Januari.
Ia tidak mengatakan tindakan apa yang akan dilakukan untuk mencegah kevakuman konstitusional itu. Abbas juga mengatakan ia tidak akan berusaha bagi masa jabatan keduanya sebagai presiden. Ia sebelumnya mengatakan ia tidak ingin ikut serta dalam pemilu yang menurut rencana semula akan diselenggarakan 24 Januari.
Pengumumannya itu mencerminkan kemarahannya pada proses perdamaian yang macet itu dan apa yang dianggap pihak Palestina sebagai kegagalan Amerika Serikat untuk menekan Israel menghentikan pembangunan permukiman di daerah-daerah yang diduduki dalam perang Timur Tengah pada 1967.
Komisi Pemilihan Pusat pekan lalu mengumumkan pihaknya menganjurkan Abbas menunda pemilu itu karena Hamas, yang menguasai Jalur Gaza tempat tinggal 1,5 juta warga Palestina memperingatkan tidak akan mengizinkan penduduk wilayah itu memilih. Hamas menguasai Jalur Gaza tahun 2007. Kelompok itu mempermasalahkan legitimasi Abbas.
"Kini dengan satu alasan yang realistik, karena kondisi-kondisi tertentu-- karena penolakan Hamas dan ancamannya dengan kekuatan senjata melarang penduduk Gaza memberikan suara mereka, tentu saja pemilu itu akan ditunda, atau waktu bagi pemilu itu akan ditetapkan kemudian," kata Abbas.
"Lebih baik bagi kita agar Hamas menyetujui penyelenggaraan pemilu itu. Tetapi jika hal itu tidak dilakukan , maka kepemimpinan Palestina harus melakukan tindakan," katanya.
Para anggota senior Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang dipimpin Abbas, mengemukakan kepada Reuters pekan ini mereka mengharapkan badan itu memperpanjang masa jabatan Abbas dalam pertemuan Desember nanti. PLO dan faksi Fatah yang menguasai organisasi itu keduanya menyerukan Abbas untuk tetap sebagai pemimpin. Abbas memimpin kedua organisasi tersebut.
Abbas menolak menjawab pertanyaan apakah ia akan tetap pada jabatannya sampai pemilu itu diselenggarakan. "Barangkali pemilu akan ditunda setahun atau kurang, saya tidak tahu. Apa yang katakan sekarang adalah saya bukan seorang kandidat," katanya.
Menjawab pertanyaan apakah ia telah mengambil keputusan akhir untuk tidak berusaha bagi masa jabatan kedua, Abbas mengatakan: "Ini adalah keputusan akhir dan tidak akan diubah." Ia menambahkan: "Saya telah mengambil keputusan untuk tidak mencalonkan diri."
Abbas memutuskan akan menyelenggarakan pemilu 24 Januari setelah Hamas menolak menandatangani sebuah usul Mesir yang berencana menyelenggarakan pemilu Juni. Hamas mengatakan pihaknya berkeberatan menyangkut usul Mesir itu, yang bertujuan untuk mendorong rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas.
"Harus ada pemilu tetapi saya tidak mengatakan pemilihan di Tepi Barat tanpa Gaza umpamanya atau tanpa Jerusalem mengacu pada bagian-bagian kota yang diduduki Israel pada 1967 itu. Abbas bertujuan untuk membentuk sebuah negara Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan Jerusalen Timur sebagai ibu kotanya.
