Kabar Internasional
Prancis Kutuk Pembantaian di Filipina
Selasa, 24 November 2009 21:52 WIB
Paris, (tvOne)
Prancis pada Selasa mengutuk keras yang disebutnya pembantaian politik "mengerikan" di bagian selatan Filipina, yang menewaskan sedikitnya 46 orang. "Prancis mengutuk dengan derajat terkuat pembantaian mengerikan kemarin di Filipina," kata pernyataan kementerian luar negeri, yang menambahkan bahwa yang terpenting adalah pemilihan umum pada tahun mendatang berlangsung damai.
Filipina memberlakukan keadaan darurat di daerah rawan di selatan saat kemarahan meningkat terhadap pembantaian keji politik tersebut. Polisi di pulau Mindanao mengangkat mayat penuh luka tembak dari makam dangkal setelah kelompok bersenjata, diduga disewa kepala politik setempat, menculik lalu menembak mati sekelompok wanita politisi dari marga pesaing dan diiringi wartawan.
Marga kuat tersangka penggalang pembantaian 46 orang di Pilipina selatan berjanji bekerja sama dalam penyelidikan resmi, kata pembantu penting Presiden Gloria Arroyo pada Selasa. Duta khusus Arroyo Jesus Dureza menyatakan bertemu dengan keluarga Ampatuan sehari sesudah kelompok bersenjatanya diduga menembak mati anggota marga persaing dan sejumlah wartawan, yang terjebak dalam permusuhan.
Gubernur provinsi Maguindanao dan kepala keluarga marga itu, Andal Ampatuan, memberitahu Dureza bahwa keluarganya akan ikut dalam penyelidikan resmi, kata pembantu Arroyo itu kapada jaringan televisi ABS-CBN. "Mereka (marga Ampatuan) menjamin kami bahwa mereka akan bekerjasama dalam penyelidikan," kata Dureza, "Mereka akan tunduk pada penyelidikan seksama."
Namun, Dureza menghindari menjawab langsung pertanyaan, seperti, apakah Ampatuan mengakui anggota marganya terlibat dalam pembantaian tersebut. Dureza menyatakan bertemu dengan marga Ampatuan untuk minta bantuan mereka dalam penyelidikan, bukan untuk menuduh mereka.
Marga Ampatuan adalah kekuatan politik sangat besar di Maguindanao dan merupakan anggota gabungan berkuasa Presiden Gloria Arroyo Lakas Kampi CMD, tapi Dureza bersikukuh bahwa itu tidak akan memengaruhi pencarian pemerintah akan keadilan.
Dureza, penasehat Arroyo untuk urusan Filipina selatan, menyatakan bertemu juga secara terpisah dengan marga korban pimpinan Esmael Mangudadato, yang istrinya di antara yang diculik dan dibunuh. Mangudadato mengumumkan rencana memperebutkan jabatan gubernur Maguindanao melawan putera Ampatuan dalam pemilihan umum pada tahun mendatang.
Filipina pada Selasa mengirimkan ratusan tentara tambahan ke wilayah selatan, tempat kelompok bersenjata membantai sedikit-dikitnya 46 orang dalam kejadian terburuk berkaitan dengan pemilihan umum di negara itu, setelah Manila memecat kepala kepolisian propinsi tersebut.
Alur pemilihan umum, yang berlangsung Mei 2010, telah dimulai pekan lalu, mencatat lebih dari 17.800 calon tingkat negara dan daerah. Pemilihan umum di Filipina tidak biasa dicemari kekerasan, terutama di wilayah selatan, tempat pasukan keamanan bertempur dengan pemberontak komunis, kelompok garis keras, dan kelompok bermusuhan.
Alur pemilihan umum, yang berlangsung Mei 2010, telah dimulai pekan lalu, mencatat lebih dari 17.800 calon tingkat negara dan daerah. Presiden Arroyo mengecam kekerasan itu dan memerintahkan pengiriman tentara tambahan ke wilayah tersebut.
Seorang polisi penting di Pilipina selatan dipecat dan ditahan setelah saksi menyatakan ia hadir pada pembantaian sekelompok politisi dan wartawan tersebut, kata polisi pada Selasa. "Inspektur Kepala Zukarno Dicay, wakil direktur kepolisian tingkat propinsi, dibebas-tugaskan," kata jurubicara kepolisian negara Pilipina, Inspektur Kepala Leonardo Espina, di jaringan televisi ABS-CBN.
