Kabar Internasional
PM Turki Dijadwalkan Bertemu Obama Bahas Afghanistan
Sabtu, 5 Desember 2009 12:06 WIB
Ankara, (tvOne)
Perdana Menteri (PM) Turki, Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama yang diperkirakan akan membahas masalah penguatan pasukan NATO di Afghanistan dan upaya Ankara untuk membendung pemberontakan Kurdi di Irak, Senin (7/12).
Program nuklir Iran, juga diduga akan termasuk dalam agenda pembicaraan. Erdogan, yang negaranya adalah sekutu penting AS, mengunjungi Washington setelah Obama mengumumkan bahwa 30.000 tentara tambahan akan dikirim ke Afghanistan, dan negara-negara sekutu AS, Jumat (4/12). Berjanji akan memasok sedikitnya 7.000 tentara tambahan, untuk mengalahkan kelompok Taliban dan Al Qaida.
Meskipun Turki menempatkan tentaranya terbesar kedua di NATO, namun ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menambah misi tempur, tapi menawarkan pengiriman tiga tim untuk melatih personil keamanan Afghanistan. Sekitar 1.700 tentara Turki saat ini digelar di Afghanistan, namun mandat mereka dibatasi untuk melakukan patroli di Kabul dan melatih pasukan Afghanistan.
"Sumbangan yang diberikan Turki kepada misi Afghanistan cukup hebat dan penting selama beberapa tahun. Kami menghargai sumbangan Turki dan dia akan memerintahkan untuk melaksanakan misi yang sangat penting di ibu kota wilayah Kabul," kata James Jones, penasehat keamanan nasional Obama.
Turki menolak untuk berperang dengan para gerilyawan Islam dan penyelundup obat, karena dikhawatirkan akan berkonfrontasi dengan semua sahabat di negara yang mempunyai hubungan sejarah sangat erat itu. Pihaknya mengatakan pekerjaan yang perlu dilakukan adalah pembangunan dan memperbaiki pelayanan umum, untuk mengambil hati rakyat Afghanistan. Pihaknya juga mengatakan militernya kini dalam keadaan tegang, setelah melakukan pertempuran berdarah selama 25 tahun dengan pemberontak Kurdi di wilayah tenggara.
Baru-baru ini pemerintah Erdogan berusaha memperluas kebebasan rakyat Kurdi dan membujuk kaum pemberontak untuk meletakkan senjata, yang diperkirakan juga akan di bahan di Gedung Putih. Obama dan Erdogan juga diduga akan membahas upaya-upaya Turki untuk melakukan perbaikan dengan musuh bersejarahnya Armenia, dan konflik lamanya dengan Siprus, satu kendala besar bagi keberadaan Turki di Uni Eropa. (Ant)
