Kabar Internasional
Tentara AS Tewas Akibat Serangan Bom di Afghanistan
Sabtu, 19 Desember 2009 16:27 WIB
Kabul, (tvOne)
Seorang tentara Amerika Serikat (AS) tewas dalam serangan bom di Afghanistan selatan, sehingga jumlah serdadu asing pimpinan NATO yang tewas di negara itu mendekati 500 orang dalam tahun ini, kata NATO, Sabtu (19/12).
Tentara AS itu tewas pada Jumat (18/12) akibat serangan bom di Afghanistan, kata Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO dalam satu pernyataan, merujuk pada ledakan bom buatan itu. Dalam pertempuran sengit dengan gerilyawan di Afghanistan tahun ini menewaskan 496 tentara asing, 306 korban tewas di antaranya adalah tentara AS.
Presiden AS, Barack Obama telah memerintahkan pengiriman tambahan 30.000 prajurit AS ke Afghanistan untuk mendukung ISAF, sementara negara-negara anggota NATO menjanjikan pasukan tambahan sekitar 7.000 serdadu.
Presiden Obama sebelumnya mengakui, bahwa tidak mudah baginya mengambil keputusan untuk mengirim mereka ke dalam perang, namun keputusan itu demi kepentingan nasional AS. "Sebagai Panglima Tertinggi, saya berutang pada anda satu misi yang ditentukan secara jelas, dan bernilai bagi layanan anda. Ini adalah sumber daya yang perlu kita raih, sementara membangun kemampuan Afghanistan yang dapat memungkinkan peralihan bertanggung jawab pasukan kita keluar Afghanistan," kata Obama.
Ia juga memperingatkan biaya penambahan tersebut akan mencapai 30 miliar dolar AS tahun ini, dan anggaran buat perang yang sedang berlangsung di Irak serta Afghanistan yang diwarisi ketika ia memangku jabatan pada Januari sudah mencapai satu triliun dolar AS.
"Untuk maju, saya terikat komitmen untuk menyampaikan biaya ini secara terbuka dan jujur. Pendekatan baru kami di Afghanistan tampaknya akan membuat anda mengeluarkan biaya 30 miliar dolar AS buat militer tahun ini, dan saya akan bekerja sama secara erat dengan Kongres guna menangani biaya ini, saat kami bekerja untuk menurunkan defisit kita," katanya.
Pengiriman pasukan tambahan AS itu diperkirakan akan berlangsung pertengahan hingga akhir tahun 2010, dan para pengamat memperingatkan bahwa lebih banyak tentara yang dikirim ke pertempuran, maka artinya akan lebih banyak pula yang tewas. Saat ini di Afghanistan lebih dari 100.000 tentara asing di bawah komando AS dan NATO yang berperang melawan gerilyawan Taliban. (Ant)
